WX RENT CAR

0857 4924 0555, 0851 0008 6777
08510 9363 777,
WA/LINE :08123 088 0555
PIN BB :
Email: wxrentcar@gmail.com

Berita

Ban Mobil Jangan Lupakan Merawat Ban

- Coba tengok mobil yang dipakai sehari-hari, bagian mana yang melakukan kontak langsung dengan aspal? Jawabannya pasti si karet bundar hitam bernama ban. Sayang, keberadaannya seperti anak tiri. Sering dicuekin dan kalau terjadi apa-apa langsung dituduh sebagai penyebabnya. Padahal, walau anak tiri juga butuh sentuhan dan perawatan.

Mulai dari mencuci ban, tak banyak yang melakukannya, padahal ritual ini bisa dikerjakan sekaligus dengan membasuh mobil. Ada beberapa keuntungan jika ban juga dicuci. Pertama tentu saja bersih. Dari bersih ini, berlanjut lagi, jika ada benda tak dikenal berada di ban, bisa langsung terdeteksi. Contoh seperti paku atau sekrup. Jangan lupa bersihkan juga ban dari batu yang nyempil di sela-sela kembang ban.

"Kalau dibiarkan dan terus menerus terkena benturan, batu bisa semakin dalam. Efek paling berat, bisa membuat ban lubang," ungkap Zulpata Zainal dari PT Bridgestone Tyre Indonesia (BTI). Kalau sudah berlubang, air mudah masuk dan jalinan kawat baja di ban bisa saja terserang karat.

Selain perawatan mencuci ban (gbr 1), berikan juga asupan angin. Tak perlu terlalu banyak, cukup sesuai porsinya yang sudah ditetapkan oleh pabrikan. Jika terlalu banyak, ban jadi keras dan bantingan di mobil jadi tak nyaman. Sebaliknya kalau kurang, konsumsi bahan bakar tambah boros. Sebab tapak ban yang melekat di aspal juga lebih lebar.

Perawatan seterusnya tak terkait langsung dengan ban, namun berdampak buruk pada ban. Pengecekan rutin terhadap tingkat keselarasan roda sangat penting. Karena kalau tak dicek, bisa saja sudut pada camber, toe atau caster dapat berubah.

Camber, baik itu negatif atau positif akan memakan salah satu sisi ban (gbr 2). Jika positif, berarti sisi luar yang lebih cepat habis, sedang negatif kebalikannya. Sedang jika toe tak benar, ban akan seperti terparut terhadap aspal.

Penting diperhatikan juga, sebisa mungkin tetap pertahankan ukuran ban yang dipakai (gbr 3). Karena pabrik sudah menghitung, baik itu untuk kenyamanan, keselamatan dan kepantasan. Jika terlalu besar, komponen kaki-kaki akan memiliki umur pendek, konsumsi bahan bakar juga lebih boros.

Saat memasang ban juga harus diperhatikan. Jika ban memiliki alur searah, biasanya terdapat tulisan rotation di dinding ban diikuti tanda panah (gbr 4). Dipasang, mengarah depan, sesuai arah laju mobil.

Kalau terbalik, ban akan lebih cepat habis dan berisik. Selain itu, pada beberapa ban ada yang bertuliskan outside dan inside (gbr 5). Maksudnya, bagian yang ada tulisan outside, berada di bagian luar. Ban dengan tulisan ini, biasanya kembangnya asimetris.

Pada dinding ban, terukir beberapa tulisan. Paling terlihat tentu saja mereknya. Disamping itu, ukuran juga terlihat mudah karena berdimensi besar. Sebagai contoh 185/60-14. 185 menunjukkan lebar telapak ban dalam satuan mm. 60 menunjukkan tinggi dinding ban, 60% dari lebar telapak ban. 14 menunjukkan ukuran dalam inci.

Angka lain yang patut dilihat, seperti 0909 yang biasanya dalam kotak kecil di dinding ban. Menunjukkan produksi ban minggu ke 9 tahun 2009.

Masih mau cuek sama anak tiri?