WX RENT CAR

0857 4924 0555, 0851 0008 6777
08510 9363 777,
WA/LINE :08123 088 0555
PIN BB :
Email: wxrentcar@gmail.com

Berita

Musik Sebagai Hiburan Bagi Pengendara

Referensi tiap-tiap orang mungkin tidak sama dalam kaitannya dengan mendengar musik, meskipun banyak orang setuju musik adalah universal yang menembus batas agama dan negara. Bahkan untuk orang yang mempunyai referensi serupa pun, seringkali berbeda juga dalam beberapa hal. Misalnya, hampir tiap orang senang mendengarkan alunan musik keroncong. Tapi penyanyi idolanya mungkin berlainan. Ada Mus MulyadiHetty Koes Endang dan lain-lain meski tak jarang ditemukan juga ada yang menyukai beberapa orang penyanyi sekaligus. Seseorang bisa tak mengerti arti dari lirik lagu yang dibawakan, tetapi seseorang pun akan menikmati jika sebuah lagu terasa enak dan cocok bagi seleranya.

Terkait dengan musik sebagai sarana hiburan ini, Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya merasa bahwa hampir semua kendaraan yang dilepas oleh pabrikan saat ini mempunyai media pemutar (tape/radio/CD) yang lumayan. Karena kegiatan mengemudi seringkali menegangkan dan membuat kening berkerut karena konsentrasi yang harus tinggi; maka dari itu sebagai sarana pelepasan dan relaksasi bagi para pengemudi ini adalah media player yang biasanya terdiri dari radio FM, tape atau USB player.

Dan kembali pada persoalan akan kegemaran mendengarkan musik ini, banyak pemilik mobil yang bahkan memodifikasi mobilnya khusus untuk memanjakan telinga. Memasang speaker, tweeter dan tabung bass di bagian sepertiga belakang kabin hingga dentuman musiknya bisa terdengar juga oleh pengendara lainnya meski kabinnya tertutup (tidak membuka kaca jendela). Hal ini terkadang kita temui di saat operasional di jalan. Saat berselancar di dunia maya, Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya malah menjumpai artikel yang ditulis ringan seperti ini: http://www.infosumbar.net/artikel/tipe-tipe-sopir-angkot-padang-berdasarkan-jenis-musik-di-angkotnya/. Tidak di Sumatera ataupun Jawa (Surabaya) hal mendengarkan musik bagi sopir angkot ini agaknya menjadi sesuatu yang 'wajib'. Apalagi pada saat ngetem atau menunggu penumpang. Jika kita pernah mengunjungi pangkalan angkot tersebut di Terminal Joyoboyo Surabaya, mungkin kita juga akan sepakat bila di bekas terminal bus antar kota Surabaya tersebut adalah tiada hari tanpa musik.

Tetapi tidak seperti yang menjadi fokus tema dalam artikel pada tautan tersebut, sopir di Sewa Rental Mobil di Surabaya Barat tidak diperkenankan seperti ini karena kenyamanan tamu penyewa pun perlu diperhatikan pula. Meski terkadang, sopir Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya juga ditemukan suka memantau siaran radio yang mengabarkan tentang informasi lalu-lintas seperti Suara Surabaya FM untuk memudahkan pekerjaannya. Siaran radio itu pun juga diselingi musik di sela-sela acaranya. Namun, ada kalanya penumpang tidak menyukai siaran radio seperti ini dikarenakan efek stres mereka sendiri. Karena kebetulan saat didengarkan mungkin berisi berita serta laporan warga tentang kecelakaan, orang hilang, perampokan disertai pembunuhan, dan hal-hal yang membuat kurang nyaman bagi mereka yang sensitif. Sehingga mereka lebih menyukai siaran radio yang banyak memutar musik selain laporan ringan.

Hanya, Sewa Rental Mobil Honda Mobilio di Surabaya kemudian menemukan artikel berita ini yang berhubungan dengan bagaimana kita mendengarkan musik: http://www.antaranews.com/berita/479698/musik-ganggu-konsentrasi-orang-tua-mengingat-nama. Artikel tersebut berisi penelitian tentang musik yang mempengaruhi konsentrasi para senior (orang tua) untuk mengingat sesuatu atau terfokus pada suatu hal. Mungkin kita juga mengetahui, segala hal terkait dengan kondisi jalan ini mayoritas diketahui dan dirasakan oleh sopir selaku seseorang yang bertugas mengantar Anda dengan aman tiba di tujuan. Jadi, Anda juga perlu melihat apakah sopir tersebut dalam kondisi rileks sehingga dapat diajak berkomunikasi atau tidak atau sebaliknya, tamu penyewa seperti Anda terhadap sopir kami. 

Karena serupa dengan obrolan atau komunikasi via gawai (gadget), musik juga berpotensi untuk mengalihkan konsentrasi seorang sopir; apalagi jika diputar dengan suara keras, macam referensi Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya berikut: http://news.detik.com/berita/3214099/sopir-setel-musik-dengan-volume-keras-mobil-ini-dihantam-ka-di-sumut
Pada dasarnya seorang sopir dituntut untuk awas terhadap sekelilingnya, untuk mendengar peringatan orang lewat atau untuk mendengar klakson pengendara lain di sekitar mereka. Jadi saat mendengarkan musik pun seharusnya dengan volume sekadarnya saja. Seorang pemilik mobil bisa saja berkilah hingga memutuskan untuk 'memaksimalkan' sistem audio mobil yang harapannya dapat 'memanjakan' telinga mereka. Namun bahkan seorang pebalap pun diduga tewas karena keasyikan mendengar musik dari gawainya hingga mengabaikan mobil yang melintas: http://www.antaranews.com/berita/630816/kematian-nicky-hayden-dan-bahaya-mendengarkan-musik-di-jalan-raya. Pada artikel tersebut juga dijelaskan, tak hanya pengendara saja yang mendapatkan bahaya pada kondisi yang berhubungan dengan mendengarkan musik; bahkan risiko seorang pejalan kaki pun meningkat hingga tiga kali lipat.

Terkadang Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya pun menemui sebuah mobil yang memutar musik keras (hingga masih terdengar keras tembus keluar mobil) saat beroperasi di jalan. Mungkin seorang pengemudi begini perlu musik (keras) untuk membuatnya tetap terjaga; ketimbang memutar musik ringan yang malah membuat mengantuk. Dan agaknya poin ini yang nampaknya menjadi salah satu alasan ada 'jalan raya bernyanyi' di Jepang, meski mungkin batasan volumenya diatur supaya 'tidak mengganggu': http://www.tribunnews.com/internasional/2015/02/28/melody-road-jepang-jalan-raya-yang-bisa-bernyanyi.  Dan berlawanan dengan paragraf sebelumnya, sebuah pendapat dari akun psikologi memaparkan bahwa orang bisa merasa rileks dan gembira jika mendengarkan musik dengan volume tinggi: https://www.facebook.com/psych2go/photos/a.1405710366368478.1073741827.1401284696811045/1971498989789610/?type=3. Meski begitu, agaknya kita tak perlu mengurangi rasa waspada terhadap sekeliling apalagi di jalan raya yang penuh dengan banyak orang dengan kepentingannya masing-masing. Bagusnya sih, mendengarkan musik keras mungkin cukup di kamar saja ya ^_^

Dan akhir kata, apapun kondisinya... kita sebagai pengendara pun tak boleh lupa bahwa kita juga ikut bertanggung-jawab terhadap apa yang kita lakukan terhadap sekitar kita.
 
 
***
Keterangan gambar: ilustrasi musik dan notasinya. Sumber: pixabay/stevepb